Beranda / Media / 8 Perubahan Penting ISO 19011:2026

8 Perubahan Penting ISO 19011:2026

A
Admin JMU Tim Redaksi JMU
📅 15 June 2026 - 03:02 WIB
⏱️ 4 Menit Baca
👁️ 308 Kali Dilihat
Bagikan Artikel:
8 Perubahan Penting ISO 19011:2026
 ISO 19011:2026 telah resmi diterbitkan pada Mei 2026 sebagai edisi ke-4 dan menggantikan ISO 19011:2018. Namun perlu dipahami bahwa revisi ini bersifat technical revision, bukan perubahan besar seperti revisi ISO 9001 atau ISO 14001. Struktur utama audit tetap sama, tetapi terdapat beberapa penekanan baru yang mencerminkan perkembangan dunia audit saat ini.

Adapun 8 Perubahan Penting ISO 19011:2026 sebagai berikut:

1.  Audit Jarak Jauh (Remote Audit)  pada versi 2018  Sudah diperkenalkan melalui penggunaan ICT, untuk versi 2026  menjadi bagian utama metodologi audit dengan panduan yang lebih rinci.

2.  Audit Hybrid pada versi 2018  belum dibahas secara mendalam , untuk versi 2026  diakui sebagai metode audit yang umum digunakan.

3.  Teknologi Digital  pada versi 2018 hanya sebagai alat bantu audit, untuk versi 2026  penggunaan teknologi digital menjadi fokus utama.

4.  Kompetensi Auditor ICT pada versi 2018  tidak dijelaskan secara spesifik,  untuk versi 2026 auditor harus memiliki kompetensi penggunaan teknologi audit digital.

5.  Pendekatan Risiko pada versi 2018  risk-based auditing sudah ada, untuk versi 2026  pendekatan berbasis risiko diperkuat dan diperjelas.

6.  Climate Change pada versi 2018  tidak disebutkan secara eksplisit, untuk versi 2026  auditor harus mempertimbangkan isu perubahan iklim yang telah masuk ke berbagai standar ISO terbaru.

7.  Efektivitas Audit pada versi 2018  fokus pada kesesuaian (conformity), untuk versi 2026  fokus lebih kuat pada efektivitas dan pencapaian tujuan organisasi.

8.  Audit Program pada versi 2018  fokus pada perencanaan dan pelaksanaan, untuk versi 2026  lebih menekankan evaluasi efektivitas program audit dan perbaikan berkelanjutan. 

Beberapa perubahan penting yang perlu diketahui auditor:

1. Remote Audit dan Hybrid Audit Menjadi Normal Baru

Pada versi 2018, penggunaan ICT (Information and Communication Technology) masih dianggap sebagai alat pendukung audit.

Pada versi 2026:
  • Audit daring (online audit) mendapatkan panduan yang lebih lengkap. 
  • Audit hybrid (sebagian onsite dan sebagian online) menjadi metode yang diakui secara penuh. 
  • Auditor harus mampu menentukan kapan audit onsite, remote, atau hybrid paling efektif digunakan. 

Contoh:
  •  Audit dokumen dan rekaman dilakukan melalui Teams/Zoom. 
  •  Verifikasi lapangan tetap dilakukan onsite untuk proses kritis.

2. Kompetensi Digital Auditor Menjadi Persyaratan Penting

Versi 2026 memperjelas bahwa auditor harus memahami:
  •  Platform audit online.
  •  Pengelolaan bukti digital.
  •  Keamanan informasi selama audit.
  •  Validasi data elektronik. 
  •  Penggunaan dashboard dan sistem digital perusahaan.

3. Risk-Based Auditing Diperkuat

Pada ISO 19011:2018 sudah ada prinsip risk-based approach.

Pada ISO 19011:2026 auditor didorong untuk:
  •  Menentukan area audit berdasarkan risiko. 
  •  Memprioritaskan proses yang paling berdampak terhadap tujuan organisasi. 
  •  Menyesuaikan kedalaman audit dengan tingkat risiko. 

Contoh:
Daripada mengaudit semua departemen dengan durasi yang sama, auditor fokus lebih dalam pada:
  •  Produksi 
  •  Pengendalian mutu 
  •  K3 proses berisiko tinggi 
  •  Pengelolaan limbah B3

4. Climate Change Mulai Masuk dalam Perspektif Audit

Setelah Amandemen ISO tahun 2024 yang mewajibkan pertimbangan perubahan iklim pada Klausul 4.1 dan 4.2 berbagai standar manajemen, auditor kini harus mengevaluasi apakah organisasi telah mempertimbangkan isu perubahan iklim yang relevan. 

Contoh pertanyaan auditor:
  •  Apakah perubahan iklim mempengaruhi operasional perusahaan? 
  •  Apakah banjir, kekeringan, atau cuaca ekstrem mempengaruhi rantai pasok? 
  •  Apakah isu iklim dipertimbangkan dalam konteks organisasi?

5. Audit Tidak Hanya Mencari Ketidaksesuaian

Pada praktik lama, banyak auditor fokus pada:
  •  Temuan minor 
  •  Temuan mayor 
  •  Ketidaksesuaian dokumen 

Versi 2026 lebih menekankan:
  •  Efektivitas sistem 
  •  Pencapaian tujuan 
  •  Kemampuan sistem menghasilkan kinerja 

Auditor didorong untuk menjawab:
"Apakah sistem ini benar-benar bekerja?"

bukan hanya:
"Apakah dokumennya ada?"


Dampak bagi Internal Auditor ISO 9001, 14001, dan 45001

Seorang auditor internal pada tahun 2026 idealnya memiliki kompetensi tambahan:
  1.  Audit berbasis risiko. 
  2.  Audit berbasis proses. 
  3.  Audit hybrid dan remote. 
  4.  Penggunaan teknologi audit digital. 
  5.  Analisis data audit. 
  6.  Pemahaman climate change dan sustainability. 
  7.  Evaluasi efektivitas sistem manajemen.